Selasa, 07 Mei 2013

Tidak Mampu Tebus Obat,Pasien Jamkesmas Meninggal

.

Warga jalan Bambu, Kampung Birao, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Patimasang(75)oleh dokter di ICU ia divonis stroke dan mengalami pendarahan diotak, ia menghembuskan nafas terakhirnya (5/5) malam,setelah keluarganya mengeluarkan dirinya dari ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep dengan alasan tidak mampu lagi menebus resep obat dari dokter.

"Yang gratis itu cuma Kamar inapnya, obatnya tidak, kalau ditahu bilang obat-obatan tidak gratis mungkin lain ceritanya, " ketus Ruslan(28)cucu almarhum Patimasang.

Menurut ruslan awalnya ia beserta tetangga almarhumah melarikan ke RSUD setelah mendapati almarhumah pingsan dirumahnya. Dengan bekal kartu jamkesmas terbaru dan rujukan dari Puskesmas Minasate'ne almarhumah dilarikan ke RSUD Pangkep.

Sambil terisak ruslan  menceritakan bahwa sejak neneknya masuk rumah sakit minggu lalu,ia harus bolak balik apotek diluar untuk membeli obat yang tidak tersedia di apotek RSUD Pangkep. "Masuk pertama saya sudah bayar Rp366 ribu untuk beli obat," katanya

"Selama di rumah sakit ada-ada saja obat yang harus dibeli diluar yang harganya antara Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,saya sudah tidak sanggup lagi membiayai, uang dikantong saya tinggal Rp8 ribu,terpaksa nenek dikasih keluar dari rumah sakit" sesalnya

Selama di rumah sakit sumbangan dari tetangga serta warga sekitar rumah almarhumah, dalam membantu meringankan beban biaya pengobatan,tidak mencukupi. Sehingga Ruslan terpaksa menggadaikan satu-satunya sepeda motor miliknya.

Terpisah, Lurah Biraeng Abdul Haling menyesalkan kejadian yang menimpa warganya," Kok bisa begitu, almarhumah itu peserta jamkesmas, semestinya tak ada biaya sedikitpun yang keluar",terangnya.

"Selama ini saya bahkan sering rela jadi jaminan bagi warga saya, yang ketika dirujuk dari puskesmas ke RSUD Pangkep,tidak dilayani gara-gara Kartu keluarga yang belum terbitlah, KTP lah,dan lain-lain. Semestinya rawat dulu pasiennya", tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan kepala RSUD Pangkep,susah ditemui untuk konfirmasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar